MAKALAH
“MANAJEMEN
INPUT & OUTPUT”
DI SUSUN OLEH:
Arie Sohandri Putra
SMKN 1 SELONG
Rekayasa Perangkat Lunak
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat pertolonganNya saya
berhasil menyelesaikan makalah “Manajemen I/O” ini. Adapun makalah ini disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Operasi. Dalam makalah ini terkandung
definisi serta semua pembahasan tentang Manajemen I/O. Makalah ini di susun
juga agar supaya para pembaca bisa mengerti dan memahami tentang apa itu
Manajemen I/O.
Dalam penyusunan makalah ini ada banyak pihak yang membantu, untuk itu saya
berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam
penyusunan makalah ini. Makalah ini masih belum bisa di katakan sempurna karena
masih banyak yang masih perlu untuk di perbaiki untuk itu saya harap para
pembaca bisa memahami serta memberi saran yang baik. Semoga makalah ini dapat
berguna bagi para pembaca dan bagi Dosen mata kuliah Sistem Operasi yang akan
memeriksa serta membacanya.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Sistem Operasi
adalah bagian yang sangat penting bagi semua sistem komputer. Secara umum
sistem komputer terbagi atas hardware , sistem operasi, program
aplikasi, dan user. hardware terdiri atas CPU, memori {XE
“memori”} dan I/O device yang merupakan resource-resource dasar.
Program aplikasi berisi compiler, basis data, game dan program-program
bisnis, yang merupakan suatu cara atau alat yang mana resource-resource
akan di akses untuk menyelesaikan masalah user.
Pekerjaan utama
yang paling sering dilakukan oleh sistem computer selain melakukan komputasi adalah Masukan/Keluaran (M/K) atau sering dikenal dengan
Input/Output (I/O). Dalam kenyataannya, waktu yang digunakan untuk komputasi
lebih sedikit dibandingkan waktu untuk I/O. Ditambah lagi
dengan banyaknya variasi perangkat I/O sehingga membuat manajemen I/O
menjadi komponen yang penting bagi sebuah sistem operasi..
B. Rumusan
Masalah
A. Pengertian
Manajemen I/O
B. Klasifikasi
perangkat I/O
C. Prinsip
manajemen perangkat I/O
D. Masalah-masalah
manajemen I/O
E. Hirarki
manajemen perangkat I/O
F. Buffering
I/O
G. Clock
C. Tujuan
Adapun tujuan
dari pembuatan makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1. Untuk
memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah Sistem Operasi
2. Menambah
pengetahuan tentang Manajemen Input Output
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
MANAJEMEN I/O
Sering disebut
device manager. Menyediakan “device driver” yang umum sehingga operasi I/O
dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna
menggunakan operasi yang sama untuk membaca file pada hard-disk, CD-ROM dan
floppy disk.
Komponen Sistem
Operasi untuk sistem I/O :
• Buffer :
menampung sementara data dari/ke perangkat I/O.
• Spooling :
melakukan penjadwalan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian
dsb.).
• Menyediakan
“driver” untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras I/O
tertentu.
Manajemen
perangkat masukan/keluaran merupakan aspek perancangan sistem
operasi terluas dan kompleks karena sangat beragamnya perangkat dan aplikasinya.
operasi terluas dan kompleks karena sangat beragamnya perangkat dan aplikasinya.
Dalam sistem
komputer manajemen i/o sangat diperlukan karena i/o adalah sarana user untuk
bisa berkomunikasi dengan komputer. Contoh perangkat i/o seperti keyboard,
mice, audio controllers, video controllers, disk drives, networking ports, dll.
Manajemen i/o pun diperlukan agar user dapat langsung menggunakan perangkat i/o
tanpa harus menginialisasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam setiap
system operasi selalu terdapat i/o manager.
i/o manager
memungkinkan perangkat i/o untuk bisa berkomunikasi dengan subsistem user-mode.
i/o manager menerjemahkan perintah read dan write menjadi read dan write IRP
(i/o request packets) yang dilanjutkan oleh driver perangkat. Atau bahasa
mudahnya i/o manager menyediakan “device driver” yang umum sehingga
operasi i/o dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup).
Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca file pada
hard-disk, CD-ROM dan floppy disk.
MANAJEMEN I/O
PADA WINDOWS
Dalam windows
sistem i/o menyediakan model driver berlapis yang dinamakan stack. Biasanya IRP
akan berpindah dari satu driver ke driver lain dalam satu stack yang sama
ke fasilitas komunikasi. Misalkan mouse ketika digunakan harus berkomunikasi
dengan USB hub, kemudian USB hub harus berkomunikasi dengan USB Host
Controller, selanjutnya USB Host Controller harus berkomunikasi melalui PCI bus
ke seluruh hardware computer. Maka stack akan berisi mouse driver, USB hub, USB
Host Controller, dan PCI bus. Pada windows semua kelas perangkat berbagi driver
umum yang disebut “port driver”. Port driver mengimplementasikan operasi
standard untuk suatu kelas dan “calls device-spesific routine” yang kemudian
mengimplementasikan fungsi “device-spesific”.
i/o manager
pada windows mempunyai 2 sub component yaitu: Plug and
Play manager and power manager. PnP manager adalah teknologi PnP
milik Microsoft yang berfungsi untuk mengenali dan mengadaptasi perubahan pada
konfigurasi hardware. Agar Pnp bekerja maka perangkat dan drivernya harus
memenuhi standar PnP. Pnp manager secara otomatis mengenali perangkat yang
dipasang dan mendeteksi perubahan pada perangkat seiring sistem beroperasi. Pnp
manager pun tetap mengawasi sumber daya yang digunakan oleh perangkat, dan juga
potensi jika sumber daya tersebut digunakan serta menangani “loading” driver
tersebut. Dilain sisi, power manager ikut berperan dalam mengurangi komsumsi
tenaga pada perangkat. Sehingga suatu perangkat dapat diset dalam mode
“low-power”(sleep mode) ketika tidak digunakan, dan dapat langsung dipakai
ketika diperlukan.
MANAJEMEN I/O
PADA LINUX
Dalam Linux system
i/o kurang lebih mirip dengan yang terdapat pada Unix. User dapat membuka
saluran akses ke perangkat sama seperti membuka file-perangkat lain yang tampak
sebagai objek dalam file sistem. Linux membagi semua perangkat i/o menjadi 3
kelas: “block devices”, “character devices”, dan “network devices”.
“Block devices”
yaitu menyimpan, menerima, dan mengirim informasi sebagai blok-blok berukuran
tetap yang berukuran 128 sampai 1024 byte dan memiliki alamat tersendiri,
sehingga memungkinkan membaca atau menulis blok-blok secara independen, yaitu
dapat membaca atau menulis sembarang blok tanpa harus melewati blok-blok lain.
Contoh : disk, tape, CD ROM, optical disk. Fungsi “block devices” sendiri
didukung oleh 2 sistem component, block buffer cache dan request manager. Block
buffer cache bertugas sebagai pool dari buffer i/o aktif dan cache dari
“completed i/o”. “Request manager” adalah lapisan software yang mengelola
konten read dan write buffer dari dan menuju block-device driver.
“Character
devices” yaitu perangkat yang menerima, dan mengirimkan aliran karakter tanpa
membentuk suatu struktur blok. Contoh : terminal, line printer, pita kertas,
kartu-kartu berlubang, mouse. Perangkat ini tidak memerlukan random access
untuk sebuah block data. Akan tetapi, tiap perangkat telah memiliki berbagai
fungsi yang telah terdaftar pada kernel yang diimplementasikan pada file
operasi i/o.
Sedangkan
“network devices” berbeda dengan block atau character devices, user harus
berkomunikasi secara tidak langsung dengan cara harus membuka sambungan dengan
subsistem jaringan kernel.
FUNGSI
MANAJEMEN I/O
a. Mengirim
perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.
b. Menangani
interupsi perangkat I/O.
c. Menangani
kesalahan perangkat I/O.
d. Menyediakan
interface ke pemakai.
KLASIFIKASI
PERANGKAT I/O
Perangkat I/O
dapat dikelompokkan berdasarkan :
1.
Sifat aliran datanya, yang terbagi atas :
2.
Perangkat berorientasi blok.
Yaitu
menyimpan, menerima, dan mengirim informasi sebagai blok-blok berukuran tetap
yang berukuran 128 sampai 1024 byte dan memiliki alamat tersendiri, sehingga
memungkinkan membaca atau menulis blok-blok secara independen, yaitu dapat
membaca atau menulis sembarang blok tanpa harus melewati blok-blok lain. Contoh
: disk,tape,CD ROM, optical disk.
2 . Perangkat
berorientasi aliran karakter.
Yaitu perangkat
yang menerima, dan mengirimkan aliran karakter tanpa membentuk suatu struktur
blok. Contoh : terminal, line printer, pita kertas, kartu-kartu berlubang,
interface jaringan, mouse.
- Sasaran
komunikasi, yang terbagi atas :.
- Perangkat
yang terbaca oleh manusia.
Perangkat yang
digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia.
Contoh : VDT
(video display terminal) : monitor, keyboard, mouse.
- Perangkat
yang terbaca oleh mesin.
Perangkat yang
digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat elektronik. Contoh : Disk dan
tape, sensor, controller.
- Perangkat
komunikasi.
Perangkat yang
digunakan untuk komunikasi dengan perangkat jarak jauh. Contoh : Modem.
Faktor-faktor
yang membedakan antar perangkat :
o Kecepatan
transmisi data (data rate).
o Jenis
aplikasi yang digunakan.
o Tingkat
kerumitan dalam pengendalian.
o Besarnya unit
yang ditransfer.
o Representasi
atau perwujudan data.
o
Kondisi-kondisi kesalahan.
TEKNIK
PEMOGRAMAN PERANGKAT I/O
Terdapat 3
teknik, yaitu :
- I/O terprogram
atau polling system.
Ketika
perangkat I/O menangani permintaan, perangkat men-set bit status di register
status perangkat. Perangkat tidak memberitahu ke pemroses saat tugas telah
selesai dilakukan sehingga pemroses harus selalu memeriksa register tersebut
secara periodik dan melakukan tindakan berdasar status yang dibaca. Software
pengendali perangkat (driver) dipemroses harus mentransfer data ke/dari
pengendali. Driver mengekseksui perintah yang berkomunikasi dengan pengendali
(adapter) di perangkat dan menunggui sampai operasi yang dilakukan perangkat
selesai.
Driver berisi kumpulan instruksi :
Driver berisi kumpulan instruksi :
1 Pengendalian.
Berfungsi
mengaktifkan perangkat eksternal dan memberitahu yang perlu dilakukan. Contoh :
unit tape magnetik diinstruksikan untuk kembali ke posisi awal, bergerak ke
record berikut, dan sebagainya.
2 Pengujian.
2 Pengujian.
Berfungsi
memeriksa status perangkat keras berkaitan dengan perangkat I/O.
3 Pembacaan/penulisan
3 Pembacaan/penulisan
Berfungsi
membaca/menulis untuk transfer data antara register pemroses dan perangkat
eksternal.Masalah utama I/O terprogram adalah pemroses diboroskan untuk
menunggu dan menjagai operasi I/O. Diperlukan teknik lain untuk meningkatkan
efisiensi pemroses.
B. I/O
dikendalikan interupsi.
Teknik I/O
dituntun interupsi mempunyai mekanisme kerja sebagai berikut :
o Pemroses memberi instruksi ke perangkat I/O kemudian melanjutkan melakukan pekerjaan lainnya.
o Perangkat I/O akan menginterupsi meminta layanan saat perangkat telah siap bertukar data dengan pemroses.
o Pemroses memberi instruksi ke perangkat I/O kemudian melanjutkan melakukan pekerjaan lainnya.
o Perangkat I/O akan menginterupsi meminta layanan saat perangkat telah siap bertukar data dengan pemroses.
o Saat menerima
interupsi perangkat keras (yang memberitahukan bahwa perangkat siap
melakukan transfer), pemroses segera mengeksekusi transfer data.
Keunggulan :
o Pemroses
tidak disibukkan menunggui dan menjaga perangkat I/O untuk memeriksa
status perangkat.
Kelemahan :
o Rate transfer
I/O dibatasi kecepatan menguji dan melayani operasi perangkat.
o Pemroses
terikat ketat dalam mengelola transfer I/O. Sejumlah intruksi harus
dieksekusi untuk tiap transfer I/O.
C. Dengan DMA
(direct memory access).
DMA berfungsi
membebaskan pemroses menunggui transfer data yang dilakukan perangkat I/O. Saat
pemroses ingin membaca atau menulis data, pemroses memerintahkan DMA controller
dengan mengirim informasi berikut :
o Perintah
penulisan/pembacaan.
o Alamat
perangkat I/O.
o Awal lokasi
memori yang ditulis/dibaca.
o Jumlah word
(byte) yang ditulis/dibaca.
Setelah
mengirim informasi-informasi itu ke DMA controller, pemroses dapat melanjutkan
kerja lain. Pemroses mendelegasikan operasi I/O ke DMA. DMA mentransfer seluruh
data yang diminta ke/dari memori secara langsung tanpa melewati pemroses.
Ketika transfer data selesai, DMA mengirim sinyal interupsi ke pemroses.
Sehingga pemroses hanya dilibatkan pada awal dan akhir transfer data. Operasi
transfer antara perangkat dan memori utama dilakukan sepenuhnya oleh DMA lepas
dari pemroses dan hanya melakukan interupsi bila operasi telah selesai.
Keunggulan :
o Penghematan
waktu pemroses.
o Peningkatan
kinerja I/O.
EVOLUSI
PERANGKAT I/O
Sistem komputer
mengalami peningkatan kompleksitas dan kecanggihan komponen-komponennya, yang
sangat tampak pada fungsi-fungsi I/O sebagai berikut :
a. Pemroses
mengendalikan perangkat I/O secara langsung.
Masih digunakan
sampai saat ini untuk perangkat sederhana yang dikendalikan mikroprosessor
sehingga menjadi perangkat berintelijen (inteligent device).
b. Pemroses
dilengkapi pengendali I/O (I/O controller).
Pemroses
menggunakan I/O terpogram tanpa interupsi, sehingga tak perlu memperhatikan
rincian-rincian spesifik antarmuka perangkat.
c. Perangkat
dilengkapi fasilitas interupsi.
Pemroses tidak
perlu menghabiskan waktu menunggu selesainya operasi I/O, sehingga meningkatkan
efisiensi pemroses.
d. I/O
controller mengendalikan memori secara langsung lewat DMA.
Pengendali
dapat memindahkan blok data ke/dari memori tanpa melibatkan pemroses kecuali
diawal dan akhir transfer.
e. Pengendali
I/O menjadi pemroses terpisah.
Pemroses pusat
mengendalikan.memerintahkan pemroses khusus I/O untuk mengeksekusi program I/O
di memori utama. Pemroses I/O mengambil dan mengeksekusi intruksi-intruksi ini
tanpa intervensi pemroses pusat. Dimungkinkan pemroses pusat menspesifikasikan
barisan aktivitas I/O dan hanya diinterupsi ketika seluruh barisan intruksi
diselesaikan.
f. Pengendali
I/O mempunyai memori lokal sendiri.
Perangkat I/O
dapat dikendalikan dengan keterlibatan pemroses pusat yang minimum.
Arsitektur ini
untuk pengendalian komunikasi dengan terminal-terminal interaktif. Pemroses I/O
mengambil alih kebanyakan tugas yang melibatkan pengendalian terminal.
Evolusi bertujuan meminimalkan keterlibatan pemroses pusat, sehingga pemroses tidak disibukkan dengan tugas I/O dan dapat meningkatkan kinerja sistem.
Evolusi bertujuan meminimalkan keterlibatan pemroses pusat, sehingga pemroses tidak disibukkan dengan tugas I/O dan dapat meningkatkan kinerja sistem.
PRINSIP
MENEJEMEN PERANGKAT I/O
Terdapat dua
sasaran perancangan I/O, yaitu :
a. Efisiensi.
Aspek penting
karena operasi I/O sering menimbulkan bottleneck.
b. Generalitas
(device independence).
Manajemen
perangkat I/O selain berkaitan dengan simplisitas dan bebas kesalahan, juga
menangani perangkat secara seragam baik dari cara proses memandang maupun cara
sistem operasi mengelola perangkat dan operasi I/O.
Software
diorganisasikan berlapis. Lapisan bawah berurusan menyembunyikan kerumitan
perangkat keras untuk lapisan-lapisan lebih atas. Lapisan lebih atas
berurusanmemberi antar muka yang bagus, bersih, nyaman dan seragam ke pemakai.
MASALAH –
MASALAH DALAM MENEJEMEN I/O
a. Penamaan
yang seragam (uniform naming).
Nama berkas
atau perangkat adalah string atau integer, tidak bergantung pada perangkat sama
sekali.
b. Penanganan
kesalahan (error handling).
Umumnya
penanganan kesalahan ditangani sedekat mungkin dengan perangkat keras.
c. Transfer
sinkron vs asinkron.
Kebanyakan I/O
adalah asinkron. Pemroses mulai transfer dan mengabaikan untuk melakukan kerja
lain sampai interupsi tiba. Program pemakai sangat lebih mudah ditulis jika
operasi I/O berorientasi blok. Setelah perintah read, program kemudian ditunda
secara otomatis sampai data tersedia di buffer.
d. Sharable vs
dedicated.
Beberapa
perangk dapat dipakai bersama seperti disk, tapi ada juga perangkat yang hanya
satu pemakai yang dibolehkan memakai pada satu saat. Contoh : printer.
Hirarki
manajemen perangkat I/O
Hirarki
manajemen perangkat I/O :
- Interrupt
handler.
Interupsi harus
disembunyikan agar tidak terlihat rutin berikutnya. Device driver di blocked
saat perintah I/O diberikan dan menunggu interupsi. Ketika interupsi terjadi,
prosedur penanganan interupsi bekerja agar device driver keluar dari state
blocked.
- Device
drivers.
Semua kode
bergantung perangkat ditempatkan di device driver. Tiap device driver menangani
satu tipe (kelas) perangkat dan bertugas menerima permintaan abstrak perangkat
lunak device independent diatasnya dan melakukan layanan permintaan.
Mekanisme kerja
device driver :
o Menerjemahkan
perintah abstrak menjadi perintah konkret.
o Setelah
ditentukan perintah yang harus diberikan ke pengendali, device driver
mulai menulis ke register-register pengendali perangkat.
o Setelah
operasi selesai dilakukan perangkat, device driver memeriksa status
kesalahan yang terjadi.
o Jika berjalan
baik, device driver melewatkan data ke perangkat lunak device
independent.
o Kemudian
device driver melaporkan status operasinya ke pemanggil.
- Perangkat
lunak device independent.
Bertujuan
membentuk fungsi-fungsi I/O yang berlaku untuk semua perangkat dan
memberi antarmuka seragam ke perangkat lunak tingkat pemakai.
Fungsi-fungsi
lain yang dilakukan :
o Sebagai
interface seragam untuk seluruh device driver.
o Penamaan
perangkat.
o Proteksi
perangkat.
o Memberi
ukuran blok perangkat agar bersifat device independent.
o Melakukan
buffering.
o Alokasi
penyimpanan pada block devices.
o Alokasi dan
pelepasan dedicated devices.
o Pelaporan
kesalahan.
- Perangkat
lunak level pemakai.
Kebanyakan
perangkat lunak I/O terdapat di sistem operasi. Satu bagian kecil berisi
pustaka-pustaka yang dikaitkan pada program pemakai dan berjalan diluar kernel.
System calls I/O umumnya dibuat sebagai prosedur-prosedur pustaka. Kumpulan
prosedur pustaka I/O merupakan bagian sistem I/O. Tidak semua perangkat lunak
I/O level pemakai berupa prosedur- prosedur pustaka. Kategori penting adalah
sistem spooling. Spooling adalah cara khusus berurusan dengan perangkat I/O
yang harus didedikasikan pada sistem multiprogramming.
BUFFERING I/O
Buffering
adalah melembutkan lonjakan-lonjakan kebutuhan pengaksesan I/O, sehingga
meningkatkan efisiensi dan kinerja sistem operasi.
Terdapat
beragam cara buffering, antar lain :
a. Single
buffering.
Merupakan
teknik paling sederhana. Ketika proses memberi perintah untuk perangkat I/O,
sistem operasi menyediakan buffer memori utama sistem untuk operasi.Untuk
perangkat berorientasi blok.Transfer masukan dibuat ke buffer sistem. Ketika
transfer selesai, proses memindahkan blok ke ruang pemakai dan segera meminta
blok lain. Teknik ini disebut reading ahead atau anticipated input. Teknik ini
dilakukan dengan harapan blok akan segera diperlukan. Untuk banyak tipe
komputasi, asumsi ini berlaku. Hanya di akhir pemrosesan maka blok yang dibaca
tidak diperlukan.
Keunggulan :
Pendekatan in
umumnya meningkatkan kecepatan dibanding tanpa buffering. Proses pemakai dapat
memproses blok data sementara blok berikutnya sedang dibaca. Sistem operasi
dapat menswap keluar proses karena operasi masukan berada di memori sistem
bukan memori proses pemakai.
Kelemahan :
o Merumitkan
sistem operasi karena harus mencatat pemberian buffer-buffer sistem ke proses
pemakai.
o Logika swapping juga dipengaruhi. Jika operasi I/O melibatkan disk untuk swapping, maka membuat antrian penulisan ke disk yang sama yang digunakan untuk swap out proses. Untuk menswap proses dan melepas memori utama tidak dapat dimulai sampai operasi I/O selesai, dimana waktu swapping ke disk tidak bagus untuk dilaksanaka Buffering keluaran serupa buffering masukan. Ketika data transmisi, data lebih dulu dikopi dari ruang pemakai ke buffer sistem. Proses pengirim menjadi bebas untuk melanjutkan eksekusi berikutnya atau di swap ke disk Jika perlu.
o Logika swapping juga dipengaruhi. Jika operasi I/O melibatkan disk untuk swapping, maka membuat antrian penulisan ke disk yang sama yang digunakan untuk swap out proses. Untuk menswap proses dan melepas memori utama tidak dapat dimulai sampai operasi I/O selesai, dimana waktu swapping ke disk tidak bagus untuk dilaksanaka Buffering keluaran serupa buffering masukan. Ketika data transmisi, data lebih dulu dikopi dari ruang pemakai ke buffer sistem. Proses pengirim menjadi bebas untuk melanjutkan eksekusi berikutnya atau di swap ke disk Jika perlu.
Untuk perangkat
berorientasi aliran karakter.
Single
buffering dapat diterapkan dengan dua mode, yaitu :
o Mode line at
a time.
Cocok untuk
terminal mode gulung (scroll terminal atau dumb terminal). Masukan pemakai
adalah satu baris per waktu dengan enter menandai akhir baris. Keluaran
terminal juga serupa, yaitu satu baris per waktu. Contoh mode ini adalah
printer. Buffer digunakan untuk menyimpan satu baris tunggal. Proses
pemakai ditunda selama masukan, menunggu kedatangan satu baris
seluruhnya.
Untuk keluaran, proses pemakai menempatkan satu baris keluaran pada buffer dan melanjutkan pemrosesan. Proses tidak perlu suspend kecuali bila baris kedua dikirim sebelum buffer dikosongkan.
o Mode byte at a time.
Untuk keluaran, proses pemakai menempatkan satu baris keluaran pada buffer dan melanjutkan pemrosesan. Proses tidak perlu suspend kecuali bila baris kedua dikirim sebelum buffer dikosongkan.
o Mode byte at a time.
Operasi ini
cocok untuk terminal mode form, dimana tiap ketikan adalah penting dan untuk
peripheral lain seperti sensor dan pengendali.
b. Double
buffering.
Peningkatan
dapat dibuat dengan dua buffer sistem.Proses dapat ditransfer ke/dari satu
buffer sementara sistem operasi mengosongkan (atau mengisi) buffer lain. Teknik
ini disebut double buffering atau buffer swapping. Double buffering menjamin
proses tidak menunggu operasi I/O. Peningkatan ini harus dibayar dengan
peningkatan kompleksitas. Untuk berorientasi aliran karakter, double buffering
mempunyai 2 mode alternatif, yaitu :
o Mode line at
a time.
Proses pemakai
tidak perlu ditunda untuk I/O kecuali proses secepatnya mengosongkan buffer
ganda.
o Mode byte at a time.
o Mode byte at a time.
Buffer ganda
tidak memberi keunggulan berarti atas buffer tunggal. Double buffering
mengikuti model producer-consumer.
c. Circular
buffering.
Seharusnya
melembutkan aliran data antara perangkat I/O dan proses. Jika kinerja proses
tertentu menjadi fokus kita, maka kita ingin agar operasi I/O mengikuti proses.
Double buffering tidak mencukupi jika proses melakukan operasi I/O yang
berturutan dengan cepat. Masalah sering dapat dihindari denga menggunakan lebih
dari dua buffer. Ketika lebih dari dua buffer yang digunakan, kumpulan buffer
itu sendiri diacu sebagai circulat buffer. Tiap bufferindividu adalah satu unit
di circular buffer.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam sistem
komputer manajemen i/o sangat diperlukan karena i/o adalah sarana user untuk
bisa berkomunikasi dengan komputer. Contoh perangkat i/o seperti keyboard,
mice, audio controllers, video controllers, disk drives, networking ports, dll.
Manajemen i/o pun diperlukan agar user dapat langsung menggunakan perangkat i/o
tanpa harus menginialisasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam setiap
system operasi selalu terdapat i/o manajemen.
SUMBER REFRENSI
Post a Comment